Ilmu Ilmu Baru

untuk Indonesia tercinta

Mengapa bayi baru lahir tidak bisa berjalan

Langkah-langkah awal seorang bayi adalah suatu tonggak peristiwa dalam perkembangan semua mamalia termasuk manusia, tetapi sedikit yang diketahui tentang mengapa beberapa binatang dapat berjalan segera setelah lahir, sementara yang lain perlu berbulan-bulan, atau dalam hal manusia, satu tahun atau lebih, untuk melakukan langkah pertama. Sekarang sebuah penelitian baru yang dilakukan oleh ilmuwan-ilmuwan di Swedia telah memberi cahaya bagi misteri ini, menemukan bahwa waktu yang dibutuhkan oleh semua mamalia untuk mulai berjalan sangat erat berhubungan dengan ukuran otak dewasa mereka.

Para peneliti dari Lund University, dipimpin oleh pakar neurofisiologi Martin Garwicz, menemukan bahwa tonggak-tonggak perkembangan motorik pada tikus dan musang, seperti merangkak dan berjalan, mengikuti jadwal yang sama tetapi pada angka yang berbeda, lebih cepat pada tikus. Tim kemudian ingin tahu apakah hasil serupa akan ditemukan pada mamalia lain. Baca lebih lanjut

Iklan

Desember 21, 2009 Posted by | Ilmu Saraf | , , , , , | Tinggalkan komentar

Para Peneliti Menunjukkan Gelombang Otak dapat ‘Menulis’ di Komputer pada Tes Awal

Para ahli saraf di Mayo Clinic campus, Jacksonville, Fla., telah berhasil mendemonstrasikan bagaimana gelombang otak dapat digunakan untuk mengetik huruf alfanumerik pada layar komputer. Dengan terus fokus pada “q” di kotak huruf, misalnya, “q” tersebut muncul di monitor.

Para peneliti mengatakan bahwa penemuan ini, yang dipresentasikan pada pertemuan tahunan American Epilepsy Society tahun 2009, menunjukkan kemajuan nyata ke arah mesin pikiran (mind machine) yang mungkin suatu hari akan membantu orang dengan berbagai peralatan kontrol untuk kelainan-kelainan, seperti tangan atau kaki palsu. Kelainan-kelainan ini termasuk Lou Gehrig’s disease dan trauma medula spinalis, dll. Baca lebih lanjut

Desember 17, 2009 Posted by | Riset Kedokteran | , , , , , , | Tinggalkan komentar

Memikirkan kembali Artificial Intelligence : Para peneliti berharap bisa membuat ‘co-processor’ untuk pikiran manusia

Penelitian di bidang artificial intelligence (AI), yang ditemukan lebih dari 50 tahun lalu, tampaknya menunjukkan bahwa banyak peneliti telah menghabiskan banyak waktu mengembara di belantara, menukar ambisi yang sangat besar dengan kenyataan pencapain yang relatif biasa-biasa saja. Saat ini, beberapa dari perintis bidang ini, bergabung dengan generasi pemikir saat ini memasukkan roda gigi untuk suatu kerja keras besar-besaran untuk menggali keseluruhan ide di bidang ini.

Saat ini, mereka memastikan untuk melakukannya dengan benar dan dengan keuntungan dari peninjauan ulang ke masa lalu, pengalaman, perkembangan pesat teknologi baru dan pengetahuan dari bidang baru yaitu computational neuroscience, mereka percaya mempunyai arah yang tepat. Baca lebih lanjut

Desember 15, 2009 Posted by | Komputer | , , , , | 1 Komentar

Komputer Berbasis Pengetahuan tentang Otak, Mendekati Kenyataan

Di SC 09, konferensi superkomputer, IBM mengumumkan kemajuan yang signifikan dalam menciptakan suatu sistem komputer yang menirukan dan berusaha menandingi kemampuan otak dalam hal sensasi, persepsi, aksi, interaksi dan kognisi, juga menyaingi dalam hal konsumsi energi yang rendah dan ukurannya yang ringkas.

Tim komputasi kognitif yang dipimpin oleh peneliti IBM, telah mencapai kemajuan yang signifikan dalam hal simulasi kortikal berskala besar dan suatu algoritma baru yang mensintesis data neurologis – dua tonggak utama yang mengindikasikan kemungkinan membangun suatu  chip komputasi kognitif.

Para ilmuwan dalam penelitian IBM – Almaden, dalam kolaborasinya dengan kolega dari Lawrence Berkeley National Lab, telah melakukan simulasi kortikal otak pertama yang mendekati real-time yang melebihi ukuran kortex kucing dan berisi 1 milyar saraf dan 10 trilyun sinap.

Baca lebih lanjut

November 23, 2009 Posted by | Komputer, TEKNOLOGI | , , | Tinggalkan komentar