Ilmu Ilmu Baru

untuk Indonesia tercinta

‘Bertahan hidup bagi yang paling cute’ membuktikan Darwin benar

Anjing-anjing domestik mengikuti jalur evolusinya sendiri, terpelintir dari pedoman Darwin “Bertahan hidup bagi yang bisa beradaptasi” pada kebutuhannya sendiri – dan membuktikan Darwin benar dalam proses, menurut sebuah penelitian oleh ahli biologi Chris Klingenberg, dari University of Manchester dan Abby Drake, dari College of the Holy Cross di US.

Penelitian tersebut, yang dipublikasikan di American Naturalist (20 Januari 2010), membandingkan bentuk tengkorak anjing-anjing domestik dengan tengkorak spesies yang berbeda pada orde Karnivora, orde dimana anjing berada bersama dengan kucing, musang weasel, musang civet, dan bahkan anjing laut dan walrus.

Ditemukan bahwa bentuk-bentuk tengkorak anjing-anjing domestik bervariasi sama banyaknya dengan tengkorak dari keseluruhan orde. Juga diketahui bahwa perbedaan yang ekstrim yang lebih jauh terpisah pada anjing-anjing domestik daripada anggota orde lainnya. Baca lebih lanjut

Januari 22, 2010 Posted by | Evolusi | , , , | Tinggalkan komentar

Analisis genetik memberikan harapan bahwa spesies kura-kura yang telah punah mungkin hidup lagi

Berterima kasih pada data genetis yang dikumpulkan sedikit demi sedikit dari tulang-tulang yang ditemukan di beberapa koleksi museum, sebuah tim peneliti internasional yang dipimpin oleh ilmuwan-ilmuwan dari Yale meyakini bahwa dimungkinkan menghidupkan kembali satu spesies kura-kura yang punah karena perburuan oleh para penangkap ikan paus yang mengunjungi Galapagos selama awal abad 19, sebelum Charles Darwin melakukan kunjungan terkenalnya.

Suatu analisis genetis dari 156 kura-kura yang hidup dalam kurungan dan DNA yang diambil dari sisa-sisa spesimen Chelonoidis elephantopus yang sekarang telah punah mengungkapkan bahwa sembilan merupakan keturunan dari spesies yang telah lenyap tersebut, yang pernah tinggal di Pulau Floreana, Galapagos. Baca lebih lanjut

Januari 19, 2010 Posted by | Bioteknologi | , , | Tinggalkan komentar

Penemuan Sumber Baru Pertumbuhan Sel Saraf di Otak

Grup peneliti Professor Magdalena Gotz dari Helmholtz Zentrum Munchen and Ludwig-Maximilians-Universitat Munich (Jerman) telah membuat kemajuan yang signifikan dalam pemahaman proses regenerasi di otak. Para peneliti menemukan sel-sel progenitor yang dapat membentuk neuron-neuron glutamatergic baru setelah perlukaan pada corteks cerebri.

Terutama pada penyakit Alzheimer, degenerasi sel-sel saraf memainkan peran yang penting. Di masa mendatang pilihan terapi baru dapat dimungkinkan dari mengarahkan mekanisme generasi dan atau migrasi. Penemuan ini telah dipublikasikan di isu terbaru pada jurnal terkenal Nature Neuroscience. Sampai hanya beberapa tahun lalu, neurogenesis – proses perkembangan sel saraf – masih dianggap mustahil pada otak dewasa. Textbook menyatakan bahwa sel-sel saraf yang mati tidak dapat diganti. Kemudian para peneliti menemukan regio di otak depan pada manusia dimana sel-sel saraf baru dapat tumbuh sepanjang hidup. Sel-sel yang disebut GABAergic ini menggunakan gamma-aminobutyric acid (GABA), suatu neurotransmiter sistem saraf pusat.

Baca lebih lanjut

Desember 10, 2009 Posted by | BIOLOGI | , , , , | Tinggalkan komentar

Proses Pendengaran Aktif pada Nyamuk

Suatu model matematika telah dapat menjelaskan beberapa gambaran luar biasa dari pendengaran nyamuk. Dalam hal tertentu, nyamuk jantan dapat mendengar suara dengungan sayap betina yang paling redup dan masih tetap tidak ditulikan oleh suara bising.

Penelitian terbaru dari University of Bristol dipublikasikan di Journal of the Royal Society: Interface

Serangga telah meningkatkan struktur morfologi yang beragam dan juga rumit untuk mendengar energi rendah dari suatu gelombang suara yang dipancarkan. Pada nyamuk, pendengaran terhadap energi akustik dan pengubahannya menjadi sinyal saraf, dibantu dengan unit-unit sensoris individual dalam jumlah banyak yang disebut scolopidia

Baca lebih lanjut

November 20, 2009 Posted by | BIOLOGI, Matematika | , , | Tinggalkan komentar

Penggunaan Tangan Kanan oleh Simpanse Memberikan Petunjuk Asal-usul Bahasa Manusia

chimpSebagian besar fungsi linguistik pada ras manusia dikendalikan oleh hemisfer kiri otak besar. Suatu penelitian terhadap simpanse-simpanse tangkapan di Pusat Riset Primata Nasional Yerkes (Atlanta, Georgia), melaporkan di isu Januari 2010 Elsevier’s Cortex, yang menyatakan bahwa lateralisasi (sebelah kiri) hemisfer dalam hal bahasa mungkin mempunyai akar evolusi dari komunikasi gestur nenek moyang kita. Sebagian besar simpanse dalam penelitian ini menunjukkan penyimpangan yang signifikan pada gestur sebelah kanan ketika berkomunikasi, yang mungkin merefleksikan suatu dominansi dari hemisfer kiri untuk komunikasi pada simpanse serupa dengan yang tampak pada fungsi bahasa pada manusia.

Suatu tim peneliti, disupervisi oleh Prof. William D. Hopkins of Agnes Scott College (Decatur, Georgia), mempelajari penggunaan tangan pada 70 simpanse tangkapan selama 10 bulan, merekam suatu variasi komunikasi gestur yang spesifik pada simpanse. Baca lebih lanjut

November 16, 2009 Posted by | BIOLOGI | , , | Tinggalkan komentar