Ilmu Ilmu Baru

untuk Indonesia tercinta

Para ilmuwan menciptakan pembuluh darah dari stem sel

hesc_591New York Stem Cell Foundation (NYSCF)-Druckenmiller Fellow, Daylon James, PhD, dari Weill Cornell Medial College, adalah penulis laporan penelitian yang mendefinisikan kondisi-kondisi untuk menumbuhkan suplai sel-sel endotelial (lapisan dalam pembuluh darah) dalam jumlah melimpah yang sesuai untuk penggunaan terapi. Dr. James dan kolega menciptakan suatu garis “reporter” human embryonic stem cell (hESC) yang dapat digunakan untuk mengukur produksi dan aktivitas sel endothelial.

Penelitian tersebut, perluasan dan pemeliharaan sel endothelial yang berasal dari human embryonic stem sel dengan penghambatan TGFβ adalah tergantung Id1, dipublikasikan di edisi online Nature Biotechnology pada 17 Januari 2010, dan juga akan muncul di edisi cetak. Selain Dr. James, yang bekerja dengan didanai oleh NYSCF, kontributor dalam penelitian ini juga termasuk NYSCF-Druckenmiller Fellows, Drs. Gabsang Lee dan Marco Seandel.

Dengan menggunakan garis reporter, Dr. James dan kolega mampu memonitor munculnya sel-sel endotelial dalam kultur hidup, dan menyaring molekul bioaktif kecil yang meningkatkan hasilnya. Dengan metode ini, mereka mampu mengidentifikasi suatu senyawa yang secara sempurna meningkatkan jumlah sel endothelial yang dihasilkan. Pekerjaan ini menetapkan suatu metodologi standar untuk menumbuhkan sel-sel endothelial fungsional dari hESC menggunakan kondisi-kondisi yang sesuai dengan aplikasi klinis. Sel-sel ini sekarang dapat secara rutin dan ekonomis dihasilkan dalam skala yang menghasilkan penilaian preklinis tentang efektifitasnya saat dipraktekkan dalam model binatang besar dengan penyakit vaskuler.

“Kami sangat bangga dengan Dr. James. Penemuan ini membawa kita semakin dekat untuk mendapatkan sel-sel endotelial fungsional yang tersedia untuk mempelajari penyakit vaskuler,” kata Susan L. Solomon, pendiri NYSCF dan CEO.

Karena kemajuan dalam teknologi induced pluripotent stem (iPS) berlanjut, penelitian hESC seperti yang dilakukan Dr. James sangat penting untuk penelitian bidang stem sel. Embryonic stem cell masih merupakan gold standar untuk memonitor kemampuan pluripotensi dan diferensiasi.

“Penelitian seperti inilah yang membawa kita semakin dekat untuk menyembuhkan penyakit-penyakit utama dalam kehidupan kita,” kata Dr. Kevin Eggan, Chief Scientific Officer of NYSCF. “Daylon adalah satu dari ilmuwan muda perdana di bidang riset stem sel dan kami senang dengan dia masuk dalam program beasiswa kita.”

Provided by New York Stem Cell Foundation

Iklan

Januari 28, 2010 - Posted by | Riset Kedokteran | , ,

1 Komentar »

  1. Tulisan Anda begitu inspiratif. Gambar yg cukup bagus, teruslah menulis…!!

    Komentar oleh mobil88 | Januari 28, 2010 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: