Ilmu Ilmu Baru

untuk Indonesia tercinta

‘Bertahan hidup bagi yang paling cute’ membuktikan Darwin benar

Anjing-anjing domestik mengikuti jalur evolusinya sendiri, terpelintir dari pedoman Darwin “Bertahan hidup bagi yang bisa beradaptasi” pada kebutuhannya sendiri – dan membuktikan Darwin benar dalam proses, menurut sebuah penelitian oleh ahli biologi Chris Klingenberg, dari University of Manchester dan Abby Drake, dari College of the Holy Cross di US.

Penelitian tersebut, yang dipublikasikan di American Naturalist (20 Januari 2010), membandingkan bentuk tengkorak anjing-anjing domestik dengan tengkorak spesies yang berbeda pada orde Karnivora, orde dimana anjing berada bersama dengan kucing, musang weasel, musang civet, dan bahkan anjing laut dan walrus.

Ditemukan bahwa bentuk-bentuk tengkorak anjing-anjing domestik bervariasi sama banyaknya dengan tengkorak dari keseluruhan orde. Juga diketahui bahwa perbedaan yang ekstrim yang lebih jauh terpisah pada anjing-anjing domestik daripada anggota orde lainnya. Ini artinya, misalkan seekor anjing Collie mempunyai bentuk tengkorak yang lebih berbeda dari tengkorak seekor anjing Peking jika dibandingkan dengan perbedaan bentuk tengkorak kucing dengan walrus.

Dr Drake menjelaskan,”Kita biasanya mengira evolusi sebagai suatu proses yang lambat dan bertahap, tetapi jumlah diversitas yang luarbiasa dari anjing domestik telah dimulai melalui pengembangbiakan selektif dalam hanya beberapa ratus tahun terakhir dan terutama setelah pengembangbiakan anjing berdarah asli modern yang dilakukan pada 150 tahun terakhir.”

Sebagai pembanding, orde Carnivora sejak dari setidaknya 60 juta tahun. Diversitas yang masif dari bentuk tengkorak anjing secara tegas membuktikan seleksi memegang peranan sangat kuat dalam evolusi dan tingkat diversitas yang memisahkan spesies dan bahkan familia dapat dihasilkan dalam satu spesies tunggal, dalam hal ini anjing.

Banyak diversitas tengkorak anjing domestik berada diluar rentang variasi Carnivora, dan merepresentasikan bentuk tengkorak yang secara keseluruhan baru.

“Anjing-anjing domestik tidak hidup di alam liar sehingga mereka tidak harus berlari mengejar mangsa dan membunuhnya – makanan mereka keluar dari kaleng dan hal paling hebat yang pernah kunyah adalah sandal tuannya. Jadi mereka bisa menjauh dengan banyak variasi yang akan mempengaruhi fungsi-fungsi seperti bernafas dan mengunyah dan oleh karena itu akan menyebabkan kepunahannya.

“Seleksi alam telah mengendur dan digantikan oleh seleksi buatan untuk bermacam bentuk yang disukai peternak.”

Anjing-anjing domestik merupakan suatu spesies model untuk mempelajari seleksi alam yang berjangka waktu lebih panjang. Darwin mempelajari mereka, begitu juga merpati dan spesies domestik lainnya.

Drake dan Klingenberg membandingkan jumlah diversitas anjing yang mengejutkan dengan seluruh orde Carnivora. Mereka mengukur posisi dari 50 titik yang dikenal pada tengkorak anjing dan sepupu mereka dari orde Carnivora, dan menganalisa variasi bentuk dengan metode yang baru dikembangkan.

Tim memisahkan peternakan anjing kedalam kategori berdasarkan fungsi, seperti anjing pemburu, penggembala, penjaga dan teman. Mereka menemukan anjing teman (pet) lebih bervariasi daripada semua kategori lainnya.

Menurut Drake, “Anjing dikembangbiakkan berdasarkan penampilan mereka bukan untuk mengerjakan tugas sehingga ada lebih banyak skup untuk variasi yang aneh, yang kemudian mampu survival dan bereproduksi.”

Dr Klingenberg menyimpulkan,”Saya rasa contoh bentuk kepala ini merupakan karakteristik dari banyak yang lainnya dan menunjukkan hal ini dengan sangat jelas, menunjukkan apa yang terjadi ketika anda secara konsisten dan setiap saat menerapkan seleksi

“Penelitian ini mengilustrasikan kekuatan seleksi Darwinian dengan begitu banyak variasi yang dihasilkan dalam rentang waktu yang relatif pendek. Bukti tersebut sangat kuat.”

Provided by University of Manchester (news : web)

Iklan

Januari 22, 2010 - Posted by | Evolusi | , , ,

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: