Ilmu Ilmu Baru

untuk Indonesia tercinta

Otot-otot buatan mengembalikan kemampuan untuk berkedip, menyelamatkan penglihatan

Ahli bedah dari UC Davis Medical Center telah mendemonstrasikan bahwa otot buatan dapat mengembalikan kemampuan pasien dengan kelumpuhan wajah untuk berkedip, suatu perkembangan yang dapat bermanfaat bagi ribuan orang tiap tahun nya yang tidak lagi mampu menutup kelopak matanya karena luka perang, stroke, perlukaan saraf atau bedah wajah.

Selain itu, teknik tersebut, yang menggunakan kombinasi lead elektroda dan polimer silikon, dapat digunakan untuk membuat otot sintetik yang mengontrol bagian lain dari tubuh. Prosedur baru ini dijelaskan dalam sebuah artikel di Archives of Facial Plastic Surgery edisi Januari-Februari.

“Ini merupakan gelombang pertama pemakaian otot buatan dalam sistem biologi,” kata Travis Tollefson, seorang ahli bedah plastik di UC Davis Department of Otolaryngology – Head and Neck Surgery. “ Tetapi ada banyak ide dan konsep dimana teknologi ini akan memainkan peranan.”

Dalam penelitian mereka, Tollefson dan kolega mencari untuk mengembangkan protokol dan disain alat untuk implantasi electroactive polymer artificial muscle (EPAM) pada manusia untuk menciptakan kedipan mata yang akan melindungi mata dan memperbaiki penampilan wajah. EPAM merupakan suatu teknologi baru yang mempunyai potensi untuk digunakan dalam rehabilitasi gerakan wajah pada pasien dengan kelumpuhan. Polimer elektroaktif berperilaku seperti otot manusia dengan memanjang dan berkontraksi, tergantung level input voltase. Baca lebih lanjut

Iklan

Januari 19, 2010 Posted by | Riset Kedokteran | , , | Tinggalkan komentar

Analisis genetik memberikan harapan bahwa spesies kura-kura yang telah punah mungkin hidup lagi

Berterima kasih pada data genetis yang dikumpulkan sedikit demi sedikit dari tulang-tulang yang ditemukan di beberapa koleksi museum, sebuah tim peneliti internasional yang dipimpin oleh ilmuwan-ilmuwan dari Yale meyakini bahwa dimungkinkan menghidupkan kembali satu spesies kura-kura yang punah karena perburuan oleh para penangkap ikan paus yang mengunjungi Galapagos selama awal abad 19, sebelum Charles Darwin melakukan kunjungan terkenalnya.

Suatu analisis genetis dari 156 kura-kura yang hidup dalam kurungan dan DNA yang diambil dari sisa-sisa spesimen Chelonoidis elephantopus yang sekarang telah punah mengungkapkan bahwa sembilan merupakan keturunan dari spesies yang telah lenyap tersebut, yang pernah tinggal di Pulau Floreana, Galapagos. Baca lebih lanjut

Januari 19, 2010 Posted by | Bioteknologi | , , | Tinggalkan komentar

Top 10 Cerita Ilmu dan Teknologi Dekade Ini

Penemuan, alat dan perkembangan yang telah mengubah cara memandang dunia kita selama 10 tahun ini.

1.DNA, Genom, dan Stem Sel

Harapan dan kehebohan sekitar riset “genom”, yang bertujuan untuk memecahkan kode DNA, hampir tanpa batas dekade ini. Bahkan sebelum draft genom manusia muncul pada 2001, sejumlah kerja yang dilakukan dalam memecahkan kode ini disamakan dengan pendaratan manusia di bulan. Janji dari memecahkan milyaran kode DNA secara hati-hati ini adalah menemukan rahasia-rahasia biologi fundamental, membantu para ilmuwan menemukan marker-marker (penanda) genetik penyakit manusia, dan mungkin menemukan target-target obat baru dari penyakit=penyakit tersebut.

Manusia bukanlah satu-satunya  mahluk yang telah di’decode’ DNAnya. Pada dekade ini juga telah dipecahkan genom anjing, sapi, ayam, kuda, kucing, tikus, ngengat, simpanse, nyamuk, lebah, ikan puffer, dan babi. Selain itu juga sawi, padi, jagung, anggur, dan banyak spesies virus, ragi, mold, ganggang dan jamur. Baca lebih lanjut

Januari 19, 2010 Posted by | Ilmu Lain-Lain | , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar