Ilmu Ilmu Baru

untuk Indonesia tercinta

Gelombang radio dari pulsar tampak bergerak lebih cepat daripada cahaya

Eksperimen laboratorium pada dekade-dekade terakhir telah menunjukkan bahwa beberapa hal dapat tampak bergerak lebih cepat daripada cahaya tanpa kontradiksi dengan teori relativitas khusus Einstein, tetapi sekarang ahli astrofisika telah menjumpai contoh nyata kecepatan superluminal dalam bentuk gelombang radio dari suatu pulsar.

Kecepatan Superluminal, atau lebih cepat dari cahaya, berhubungan dengan dispersi anomali, yang merupakan suatu proses dimana index refraksi dari suatu medium meningkat dengan panjang gelombang cahaya yang melewatinya. Jika suatu gelombang cahaya (terdiri dari kelompok gelombang cahaya pada panjang gelombang yang berbeda) melewati suatu medium, kelompok kecepatan dari gelombang dapat meningkat ke suatu kecepatan yang lebih besar daripada tiap gelombang, tetapi energi dari gelombang tetap bergerak dengan kecepatan cahaya, artinya informasi ditransmisikan menurut teori Einstein.

Ahli astrofisika, yang dipimpin oleh Frederick Jenet dari University of Texas di Brownsville, telah memonitor suatu pulsar, PSR B1937+21, yang berjarak sekitar 10.000 tahun cahaya dari bumi. Mereka menggunakan Observatorium Arecibo di Puerto Rico untuk mendapatkan data radio selama 3 hari pada 1420,4 MHz dengan bandwidth 1,5 MHz. Mereka menemukan gelombang-gelombang yang lebih dekat dengan pusat sampai lebih dulu daripada waktu normal, ini menunjukkan mereka bergerak lebih cepat daripada kecepatan cahaya.

Sebuah pulsar adalah suatu bintang neutron yang berpusing dengan cepat dan memancarkan suatu sinar radiasi radio yang berotasi, yang teramati dari bumi dalam interval yang teratur agak mirip dengan cahaya dari mercu suar. Gelombang-gelombang radiasi tersebut dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor ketika mereka berjalan melewati interstellar meium (ISM). Polarisasi mereka dapat berotasi jika mereka melewati suatu medan magnet, misalnya, dan mereka bisa terpencar jika mereka menghadapi elektron-elektron bebas, dan dapat terserap oleh hidrogen netral dalam ISM. Jenet dan kolega memikirkan bahwa dispersi anomali juga mempengaruhi gelombang tersebut.

Menurut Jenet dan kolega, gelombang-gelombang dari pulsar berjalan melewati suatu awan hidrogen netral, yang mempunyai suatu resonansi 1420,4 MHz – nilai pasti pusat bandwidth yang diteliti. Melewati awan tersebut menyebabkan dispersi anomali yang menyebabkan suatu grup kecepatan superluminal, dan gelombang-gelombang dengan frekuensi paling dekat dengan frekuensi resonansi tiba lebih awal daripada gelombang lainnya.

Para ilmuwan mempercayai gelombang-gelombang yang tampak berjalan lebih cepat dari cahaya karena suatu “hubungan saling mempengaruhi antara skala waktu pada gelombang dan skala waktu pada medium”. Gelombang-gelombang yang lebih cepat dari cahaya tersebut tidak melanggar teori Einstein karena secara teknis gelombang tersebut tidak membawa informasi apa pun. Efek tersebut telah diketahui dalam eksperimen laboratorium, tetapi pengamatan ini merupakan pertamakalinya dalam konteks astrofisika.

Penemuan ini, yang dipublikasikan dalam Astrophysical Journal, dapat membantu para astronomer memperoleh suatu pemahaman yang lebih lengkap tentang komposisi ruang di wilayah antar bintang, dan khususnya sifat-sifat awan hidrogen netral dalam galaksi kita.

More information: A preprint of the article is available at http://arxiv.org/abs/0909.2445v2 .

Iklan

Januari 18, 2010 - Posted by | Fisika Umum | , , ,

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: