Ilmu Ilmu Baru

untuk Indonesia tercinta

Teori Adanya Kehidupan di Mars Diperkuat oleh Penelitian Baru tentang Metan

Para ilmuwan telah mengesampingkan kemungkinan bahwa metan dibawa ke Mars oleh meteorit. Ini meningkatkan harapan baru bahwa gas tersebut mungkin dihasilkan oleh kehidupan di planet merah itu. Penelitian tersebut dipublikasikan kemarin di Earth and Planetary Science Letters.

Metan mempunyai masa hidup yang pendek, hanya beberapa ratus tahun di Mars karena secara terus-menerus dihabiskan oleh reaksi kimia di atmosfer planet yang disebabkan oleh sinar matahari. Para ilmuwan menganalisa data dari pengamatan teleskop dan misi angkasa luar tanpa awak telah menemukan bahwa metan di Mars secara terus menerus diisi ulang oleh suatu sumber yang tidak diketahui dan mereka dengan giat berusaha memecahkan misteri bagaimana kadar metan bertambah.

Para peneliti mengira bahwa meteorit mungkin bertanggungjawab pada kadar metan ini karena ketika batu-batu itu memasuki atmosfer planet mereka mengalami panas yang hebat, menyebabkan suatu reaksi kimia yang mengeluarkan metan dan gas-gas lain ke dalam atmosfer.

Namun, penelitian baru ini, oleh para peneliti dari Imperial College London menunjukkan bahwa volume metan yang dapat dikeluarkan meteorit yang memasuki Mars terlalu rendah untuk bisa mempertahankan kadar metan di atmosfer seperti saat ini. Penelitian sebelumnya juga telah mengesampingkan kemungkinan bahwa metan dihasilkan dari aktivitas volkanik.

Sehingga sekarang ini hanya tertinggal dua teori yang masuk akal untuk menerangkan keberadaan gas tersebut, berdasarkan penemuan ini. Kehidupan mikroorganisme di tanah Mars yang menghasilkan gas metan sebagai produk proses metabolik, atau metan tersebut dihasilkan oleh reaksi antara batuan volkanik dan air.

Co-author penelitian, Dr Richard Court, Department of Earth Science and Engineering at Imperial College London, mengatakan, “Eksperimen kami membantu memecahkan misteri gas metan di Mars. Penguapan meteorit merupakan suatu sumber metan tetapi ketika kami menciptakan eksperimen peristiwa masuknya meteorit yang terbakar oleh atmosfer di laboratorium, kami mendapati hanya sedikit gas yang dihasilkan. Untuk Mars, meteorit gagal dalam uji metan.”

Tim ini mengatakan penelitian mereka akan membantu para peneliti NASA dan ESA yang sedang merencanakan suatu misi gabungan ke planet merah pada 2018 untuk mencari sumber metan. Para peneliti mengatakan sekarang mereka telah menemukan bahwa meteorit bukanlah sumber metan di Mars, sehingga ilmuwan-ilmuwan NASA dan ESA dapat memfokuskan diri pada dua opsi yang tersisa.

Co-author, Professor Mark Sephton, Department of Earth Science and Engineering at Imperial College London, menambahkan,”Pekerjaan ini merupakan langkah besar. Seperti kata Sherlock Holmes, eliminasi semua faktor dan satu yang tersisa pastilah yang benar. Daftar sumber gas metan yang mungkin menjadi semakin kecil dan menariknya, kehidupan extraterestrial masih merupakan opsi yang tersisa. Pada akhirnya, tes terakhir mungkin harus dilakukan di Mars.”

Tim peneliti ini menggunakan suatu teknik yang disebut Quantitive Pyrolysis-Fourier Transform Infrared Spectroscopy untuk menghasilkan suatu kondisi terbakar yang sama dengan yang dialami meteorit saat memasuki atmosfer Mars. Tim memanaskan fragmen-fragmen meteor pada suhu 1000 derajat celcius dan mengukur gas-gas yang dikeluarkan dengan menggunakan sinar inframerah.

Ketika jumlah gas yang keluar pada eksperimen di laboratorium dikombinasikan dengan perhitungan jumlah rata-rata meteorit yang jatuh di Mars, para ilmuwan menghitung bahwa hanya 10 kilogram metan meteorit yang dihasilkan setiap tahun, jauh di bawah 100-300 ton yang diperlukan untuk mengisi ulang kadar metan di atmosfer Mars.

More information: “Investigating the contribution of methane produced by ablating micrometeorites to the atmosphere of Mars,” Earth and Planetary Science Letters journal, Richard W. Court, Mark A. Sephton

Source: Imperial College London (news : web)

Iklan

Desember 10, 2009 - Posted by | RUANG ANGKASA | , , ,

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: