Ilmu Ilmu Baru

untuk Indonesia tercinta

Penemuan Sumber Baru Pertumbuhan Sel Saraf di Otak

Grup peneliti Professor Magdalena Gotz dari Helmholtz Zentrum Munchen and Ludwig-Maximilians-Universitat Munich (Jerman) telah membuat kemajuan yang signifikan dalam pemahaman proses regenerasi di otak. Para peneliti menemukan sel-sel progenitor yang dapat membentuk neuron-neuron glutamatergic baru setelah perlukaan pada corteks cerebri.

Terutama pada penyakit Alzheimer, degenerasi sel-sel saraf memainkan peran yang penting. Di masa mendatang pilihan terapi baru dapat dimungkinkan dari mengarahkan mekanisme generasi dan atau migrasi. Penemuan ini telah dipublikasikan di isu terbaru pada jurnal terkenal Nature Neuroscience. Sampai hanya beberapa tahun lalu, neurogenesis – proses perkembangan sel saraf – masih dianggap mustahil pada otak dewasa. Textbook menyatakan bahwa sel-sel saraf yang mati tidak dapat diganti. Kemudian para peneliti menemukan regio di otak depan pada manusia dimana sel-sel saraf baru dapat tumbuh sepanjang hidup. Sel-sel yang disebut GABAergic ini menggunakan gamma-aminobutyric acid (GABA), suatu neurotransmiter sistem saraf pusat.

Baca lebih lanjut

Iklan

Desember 10, 2009 Posted by | BIOLOGI | , , , , | Tinggalkan komentar

Teori Adanya Kehidupan di Mars Diperkuat oleh Penelitian Baru tentang Metan

Para ilmuwan telah mengesampingkan kemungkinan bahwa metan dibawa ke Mars oleh meteorit. Ini meningkatkan harapan baru bahwa gas tersebut mungkin dihasilkan oleh kehidupan di planet merah itu. Penelitian tersebut dipublikasikan kemarin di Earth and Planetary Science Letters.

Metan mempunyai masa hidup yang pendek, hanya beberapa ratus tahun di Mars karena secara terus-menerus dihabiskan oleh reaksi kimia di atmosfer planet yang disebabkan oleh sinar matahari. Para ilmuwan menganalisa data dari pengamatan teleskop dan misi angkasa luar tanpa awak telah menemukan bahwa metan di Mars secara terus menerus diisi ulang oleh suatu sumber yang tidak diketahui dan mereka dengan giat berusaha memecahkan misteri bagaimana kadar metan bertambah.

Para peneliti mengira bahwa meteorit mungkin bertanggungjawab pada kadar metan ini karena ketika batu-batu itu memasuki atmosfer planet mereka mengalami panas yang hebat, menyebabkan suatu reaksi kimia yang mengeluarkan metan dan gas-gas lain ke dalam atmosfer.

Baca lebih lanjut

Desember 10, 2009 Posted by | RUANG ANGKASA | , , , | Tinggalkan komentar