Ilmu Ilmu Baru

untuk Indonesia tercinta

Para Peneliti Menciptakan ‘Kertas Penangkap Lalat’ untuk Menangkap Sel-Sel Kanker yang Bersirkulasi

Seperti kertas penangkap lalat yang menangkap serangga, suatu alat inovasi baru dengan ukuran nano yang dikembangkan oleh para peneliti di UCLA  mampu menangkap sel-sel kanker di dalam darah yang terlepas dari suatu tumor.

Sel-sel ini yang dikenal sebagai sel tumor yang bersirkulasi (CTC) dapat memberikan informasi penting untuk memeriksa dan mendiagnosa metastase kanker, menetapkan prognosis pasien, dan memonitor efektifitas terapi.

Metastase – penyebab utama kematian yang berhubungan dengan kanker pada pasien-pasien dengan tumor padat – disebabkan dengan merampok sel-sel tumor yang meninggalkan tempat tumor primer dan menumpang di dalam aliran darah untuk menciptakan koloni di bagian lain tubuh.

Gold standar terbaru untuk memeriksa status penyakit tumor adalah sebuah analisis sampel biopsi padat dari tumor metastase, tetapi pada tahap dini metastase, sering sulit untuk mengidentifikasi tempat biopsi. Dengan menangkap CTC, dokter dapat melakukan biopsi “cair”, memberikan kemungkinan deteksi dan diagnosis dini, juga memperbaiki monitoring terapi

Sampai saat ini, beberapa metode telah dikembangkan untuk mengikuti jejak sel-sel ini, tetapi pendekatan “kertas lalat’ baru tim UCLA dapat lebih cepat dan murah daripada yang lain – dan tampaknya menangkap jauh lebih banyak CTC.

Dalam penelitian yang dipublikasikan pada bulan ini di jurnal Angewandte Chemie, tim UCLA mengembangkan suatu chip silikon berukuran 1-2 cm yang ditutup dengan pilar-pilar berukuran nano yang ditata rapat dan terlihat seperti karpet shag. Untuk menguji kemampuan menangkap sel, para peneliti menginkubasi chip nanopilar tersebut di dalam suatu media kultur dengan sel-sel kanker payudara. Sebagai kontrol, mereka melakukan percobaan paralel dengan metode penangkapan sel yang menggunakan chip dengan permukaan datar. Kedua struktur ini dilapisi dengan anti-EpCAM, suatu protein antibodi yang dapat membantu mengenali dan menangkap sel-sel tumor. Para peneliti menemukan bahwa hasil penagkapan sel dari chip nanopilar UCLA secara signifikan lebih tinggi; alat ini menangkap 45 – 65 persen sel kanker di dalam media, dibandingkan dengan hanya 4 – 14 persen oleh alat datar.

‘Chip nanopilar menangkap lebih dari 10 kali lipat jumlah sel yang tertangkap oleh struktur datar yang saat ini digunakan,” kata penulis penelitian Dr. Shutao Wang, seorang peneliti postdoktoral di Crump Institute for Molecular Imaging at the David Geffen School of Medicine di UCLA dan California NanoSystems Institute di UCLA.

Wang menuliskan bahwa skala berukuran nano dan topografi permukaan yang unik dari chip nanopilar UCLA dapat membantunya berinteraksi dengan komponen berukuran nano pada permukaan seluler di dalam darah, meningkatkan efisiensi penangkapan.

Waktu yang diperlukan untuk deteksi CTC dengan menggunakan CellSearch, suatu teknologi yang saat ini diterima oleh U.S. Food and Drug Administration, meningkat 3 – 4 jam, menurut penulis penelitian Dr. Hao Wang, seorang peneliti postdoktoral di Crump Institute and the California NanoSystems Institute at UCLA. Penelitian UCLA menemukan suatu waktu deteksi optimal yang hanya dua jam dengan menggunakan chip nanopilar.

Chip nanopilar menggunakan suatu chamber slide biasa, yang disesuaikan dengan inkubator sel laboratorium standar. Setelah chip tersebut diinkubasi dan dicat dengan imunofluoresen, suatu mikroskop fluoresen otomatis digunakan untuk mengidentifikasi dan menghitung CTC. Alat yang sangat sederhana ini diseting di atas chamber slide menjadikan deteksi CTC multipel terjadi secara bersamaan.

“Kami berharap bahwa platform ini dapat memberikan alternatif yang menyenangkan dan cost efisien dalam menyortir CTC dengan menggunakan kebanyakan peralatan lab standar,” kata penulis penelitian senior Dr. Hsian-Rong Tseng, profesor tamu molecular and medical pharmacology di Crump Institute dan California NanoSystems Institute.

Langkah selanjutnya adalah lebih banyak penelitian klinis dan kemungkinan penelitian dengan sel-sel kanker yang “melarikan diri” di dalam darah pasien, juga di dalam cairan tubuh lain, seperti urin dan cairan abdominal, menurut Tseng, yang juga peneliti di UCLA’s Jonsson Comprehensive Cancer Center.

Source: University of California – Los Angeles

Iklan

November 19, 2009 - Posted by | KIMIA, NANOTEKNOLOGI | , , ,

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: