Ilmu Ilmu Baru

untuk Indonesia tercinta

Mengamati ke dalam matahari buatan


Bookmark and Share

Setelah lebih dari lima dekade riset, suatu tonggak peristiwa utama dalam pemanfaatan energi fusi diharapkan terjadi dalam satu atau dua tahun ke depan. Tonggak yang dikenal dengan “pengapian fusi”  ini akan mengambil tempat di sebuah fasilitas eksperimen yang dibangun untuk tujuan ini di California. Fasilitas ini bernama National Ignition Facility atau NIF dan akan memulai eksperimen ini pada musim gugur.

Para peneliti di MIT’s Plasma Science and Fusion Center (PSFC) telah melakukan bagian penting dalam membuat peristiwa penting ini dimungkinkan, dan telah dijelaskan minggu ini dalam sebuah paper yang dipublikasikan di jurnal Science. Singkatnya, mereka telah mengetahui bagaimana untuk menggunakan reaksi fusi kedua sebagai semacam penerang, yang memberi peluang bagi mereka untuk melihat secara detail apa yang terjadi di dalam reaksi primer.

Fusi, penggabungan dua atom kecil menjadi satu dengan pelepasan energi yang sangat besar, adalah proses yang memberi matahari energi, dan dilihat sebagai suatu solusi jangka panjang yang potensial untuk kebutuhan energi dunia karena prinsipnya proses ini dapat mensuplai sejumlah besar energi tanpa emisi gas rumah kaca. Tetapi pemanfaatan praktis proses ini tetap tinggal dalam pikiran saja. Baca lebih lanjut

Januari 30, 2010 Posted by | Fisika Umum | , , , , , | Tinggalkan komentar

“Nanofactory” : menghentikan infeksi bakteri tanpa antibiotik


Bookmark and Share

nanofactorieBanyak bakteri, termasuk E.coli, “bicara” satu sama lain dengan mensekresikan dan merasakan molekul-molekul kecil, suatu proses yang disebut quorum sensing. Flagela dan bagian badan yang menonjol keluar dinding sel dapat menghasilkan respon terhadap sinyal ini. Tetangga terdekat mengontrol perilaku kelompok. Dengan mengganggu komunikasi intersel ini terbukti dapat menjadi cara baru untuk memerangi infeksi atau penyakit.

Penelitian baru di A. James Clark School of Engineering dapat mencegah infeksi bakteri dengan menggunakan mesin biokimia sangat kecil – nanofactory – yang dapat membingungkan bakteri dan menghentikan mereka untuk menyebar, tanpa menggunakan antibiotik.

Paper tentang riset ini diterbitkan di isu terbaru Nature Nanotechnology. “Nanofactory mesin biologis memicu respon quorum sensing pada bakteri target,” ditulis oleh Clark School alumnus Rohan Fernandes (Ph.D. ’08, bioengineering), graduate student Varnika Roy (molecular and cell biology), graduate student Hsuan-Chen Wu (bioengineering), and their advisor, William Bentley (professor and chair, Fischell Department of Bioengineering).

Penelitian grup ini merupakan sebuah update dari nanofactory yang pertama kali dikembangkan pada tahun 2007. Nanofactory dibuat dengan menggunakan bit-bit magnetik sangat kecil untuk menuntun mereka ke tempat infeksi. Baca lebih lanjut

Januari 29, 2010 Posted by | Bio Medis | , , , , | Tinggalkan komentar

Para ilmuwan menciptakan pembuluh darah dari stem sel

hesc_591New York Stem Cell Foundation (NYSCF)-Druckenmiller Fellow, Daylon James, PhD, dari Weill Cornell Medial College, adalah penulis laporan penelitian yang mendefinisikan kondisi-kondisi untuk menumbuhkan suplai sel-sel endotelial (lapisan dalam pembuluh darah) dalam jumlah melimpah yang sesuai untuk penggunaan terapi. Dr. James dan kolega menciptakan suatu garis “reporter” human embryonic stem cell (hESC) yang dapat digunakan untuk mengukur produksi dan aktivitas sel endothelial.

Penelitian tersebut, perluasan dan pemeliharaan sel endothelial yang berasal dari human embryonic stem sel dengan penghambatan TGFβ adalah tergantung Id1, dipublikasikan di edisi online Nature Biotechnology pada 17 Januari 2010, dan juga akan muncul di edisi cetak. Selain Dr. James, yang bekerja dengan didanai oleh NYSCF, kontributor dalam penelitian ini juga termasuk NYSCF-Druckenmiller Fellows, Drs. Gabsang Lee dan Marco Seandel. Baca lebih lanjut

Januari 28, 2010 Posted by | Riset Kedokteran | , , | 1 Komentar

Darah menyuruh sel-sel tua untuk bertindak seperti sel muda


Bookmark and Share

bloodtellsolPeneliti-peneliti Harvard Stem Cell Institute (HSCI) di Joslin Diabetes Center (JDC) telah melakukan langkah besar dalam memahami – dan mungkin memperlambat – proses penuaan.

Dalam beberapa seri eksperimen yang hati-hati, Amy J. Wagers dan kolega telah mendemonstrasikan bahwa stem sel dari tikus tua yang ter-ekspose faktor-faktor tertentu yang ada di dalam darah tikus muda mulai bertindak seperti stem sel muda, dengan proses yang dipicu oleh sinyal dari tipe sel lain di dekatnya di dalam tulang. Kenyataannya, tidak hanya membuat stem sel darah mulai mengambil sifat-sifat sel muda, tetapi jaringan tikus tua yang ter-ekspose faktor yang belum teridentifikasi ini tampak jauh lebih terlihat muda.

Penelitian terakhir yang dilakukan grup Wagers ini dipublikasikan Nature edisi hari ini. Laporan ini memajukan pemahaman tentang penuaan sistem hematopoietic pembentukan darah dan mengarahkan cara mengobati penyakit-penyakit yang berhubungan dengan penuaan melalui darah. Baca lebih lanjut

Januari 28, 2010 Posted by | Riset Kedokteran | , , , , , | 1 Komentar

‘Bertahan hidup bagi yang paling cute’ membuktikan Darwin benar

Anjing-anjing domestik mengikuti jalur evolusinya sendiri, terpelintir dari pedoman Darwin “Bertahan hidup bagi yang bisa beradaptasi” pada kebutuhannya sendiri – dan membuktikan Darwin benar dalam proses, menurut sebuah penelitian oleh ahli biologi Chris Klingenberg, dari University of Manchester dan Abby Drake, dari College of the Holy Cross di US.

Penelitian tersebut, yang dipublikasikan di American Naturalist (20 Januari 2010), membandingkan bentuk tengkorak anjing-anjing domestik dengan tengkorak spesies yang berbeda pada orde Karnivora, orde dimana anjing berada bersama dengan kucing, musang weasel, musang civet, dan bahkan anjing laut dan walrus.

Ditemukan bahwa bentuk-bentuk tengkorak anjing-anjing domestik bervariasi sama banyaknya dengan tengkorak dari keseluruhan orde. Juga diketahui bahwa perbedaan yang ekstrim yang lebih jauh terpisah pada anjing-anjing domestik daripada anggota orde lainnya. Baca lebih lanjut

Januari 22, 2010 Posted by | Evolusi | , , , | Tinggalkan komentar

Robot-robot yang mampu berjalan di tembok

Seorang ilmuwan robot dari Ben-Gurion University of the Negev in Beersheeba, Israel, telah mengembangkan empat jenis robot yang berbeda yang mampu berjalan dan memanjat tembok.

Proyek-proyek terakhir dari Amir Shapiro, kepala laboratorium robotik di Department of Engineering, adalah pemanjat dinding, yang dua dari robot tersebut diinspirasi oleh binatang yang mampu memanjat. Satu robot, yang diinspirasi oleh siput dan jejak lendir, mengeluarkan suatu jejak kecil dari lem meleleh yang panas yang menyebabkan kemampuan untuk menempel pada dinding ketika memanjat, sementara yang lain diinspirasi oleh kucing dan binatang pengerat, mempunyai empat kaki dengan cakar yang dibuat dari kail ikan untuk membantu mencakar permukaan. Baca lebih lanjut

Januari 20, 2010 Posted by | Robot | , , | Tinggalkan komentar

Otot-otot buatan mengembalikan kemampuan untuk berkedip, menyelamatkan penglihatan

Ahli bedah dari UC Davis Medical Center telah mendemonstrasikan bahwa otot buatan dapat mengembalikan kemampuan pasien dengan kelumpuhan wajah untuk berkedip, suatu perkembangan yang dapat bermanfaat bagi ribuan orang tiap tahun nya yang tidak lagi mampu menutup kelopak matanya karena luka perang, stroke, perlukaan saraf atau bedah wajah.

Selain itu, teknik tersebut, yang menggunakan kombinasi lead elektroda dan polimer silikon, dapat digunakan untuk membuat otot sintetik yang mengontrol bagian lain dari tubuh. Prosedur baru ini dijelaskan dalam sebuah artikel di Archives of Facial Plastic Surgery edisi Januari-Februari.

“Ini merupakan gelombang pertama pemakaian otot buatan dalam sistem biologi,” kata Travis Tollefson, seorang ahli bedah plastik di UC Davis Department of Otolaryngology – Head and Neck Surgery. “ Tetapi ada banyak ide dan konsep dimana teknologi ini akan memainkan peranan.”

Dalam penelitian mereka, Tollefson dan kolega mencari untuk mengembangkan protokol dan disain alat untuk implantasi electroactive polymer artificial muscle (EPAM) pada manusia untuk menciptakan kedipan mata yang akan melindungi mata dan memperbaiki penampilan wajah. EPAM merupakan suatu teknologi baru yang mempunyai potensi untuk digunakan dalam rehabilitasi gerakan wajah pada pasien dengan kelumpuhan. Polimer elektroaktif berperilaku seperti otot manusia dengan memanjang dan berkontraksi, tergantung level input voltase. Baca lebih lanjut

Januari 19, 2010 Posted by | Riset Kedokteran | , , | Tinggalkan komentar

Analisis genetik memberikan harapan bahwa spesies kura-kura yang telah punah mungkin hidup lagi

Berterima kasih pada data genetis yang dikumpulkan sedikit demi sedikit dari tulang-tulang yang ditemukan di beberapa koleksi museum, sebuah tim peneliti internasional yang dipimpin oleh ilmuwan-ilmuwan dari Yale meyakini bahwa dimungkinkan menghidupkan kembali satu spesies kura-kura yang punah karena perburuan oleh para penangkap ikan paus yang mengunjungi Galapagos selama awal abad 19, sebelum Charles Darwin melakukan kunjungan terkenalnya.

Suatu analisis genetis dari 156 kura-kura yang hidup dalam kurungan dan DNA yang diambil dari sisa-sisa spesimen Chelonoidis elephantopus yang sekarang telah punah mengungkapkan bahwa sembilan merupakan keturunan dari spesies yang telah lenyap tersebut, yang pernah tinggal di Pulau Floreana, Galapagos. Baca lebih lanjut

Januari 19, 2010 Posted by | Bioteknologi | , , | Tinggalkan komentar

Top 10 Cerita Ilmu dan Teknologi Dekade Ini

Penemuan, alat dan perkembangan yang telah mengubah cara memandang dunia kita selama 10 tahun ini.

1.DNA, Genom, dan Stem Sel

Harapan dan kehebohan sekitar riset “genom”, yang bertujuan untuk memecahkan kode DNA, hampir tanpa batas dekade ini. Bahkan sebelum draft genom manusia muncul pada 2001, sejumlah kerja yang dilakukan dalam memecahkan kode ini disamakan dengan pendaratan manusia di bulan. Janji dari memecahkan milyaran kode DNA secara hati-hati ini adalah menemukan rahasia-rahasia biologi fundamental, membantu para ilmuwan menemukan marker-marker (penanda) genetik penyakit manusia, dan mungkin menemukan target-target obat baru dari penyakit=penyakit tersebut.

Manusia bukanlah satu-satunya  mahluk yang telah di’decode’ DNAnya. Pada dekade ini juga telah dipecahkan genom anjing, sapi, ayam, kuda, kucing, tikus, ngengat, simpanse, nyamuk, lebah, ikan puffer, dan babi. Selain itu juga sawi, padi, jagung, anggur, dan banyak spesies virus, ragi, mold, ganggang dan jamur. Baca lebih lanjut

Januari 19, 2010 Posted by | Ilmu Lain-Lain | , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Gelombang radio dari pulsar tampak bergerak lebih cepat daripada cahaya

Eksperimen laboratorium pada dekade-dekade terakhir telah menunjukkan bahwa beberapa hal dapat tampak bergerak lebih cepat daripada cahaya tanpa kontradiksi dengan teori relativitas khusus Einstein, tetapi sekarang ahli astrofisika telah menjumpai contoh nyata kecepatan superluminal dalam bentuk gelombang radio dari suatu pulsar.

Kecepatan Superluminal, atau lebih cepat dari cahaya, berhubungan dengan dispersi anomali, yang merupakan suatu proses dimana index refraksi dari suatu medium meningkat dengan panjang gelombang cahaya yang melewatinya. Jika suatu gelombang cahaya (terdiri dari kelompok gelombang cahaya pada panjang gelombang yang berbeda) melewati suatu medium, kelompok kecepatan dari gelombang dapat meningkat ke suatu kecepatan yang lebih besar daripada tiap gelombang, tetapi energi dari gelombang tetap bergerak dengan kecepatan cahaya, artinya informasi ditransmisikan menurut teori Einstein. Baca lebih lanjut

Januari 18, 2010 Posted by | Fisika Umum | , , , | Tinggalkan komentar

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.